Prosiding / 2017BDP / PB - 27

POTENSI LUASAN BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG DI TELUK KOLISUSU KABUPATEN BUTON UTARA

Rezki Antoni Suhaimi*1, Mudian Paena2, A. Indrajaya Asaad2 dan Muhammad ChaidirUndu2

1Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan
2Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi parameter físika dan kimia perairan, dan kemudianmenganalisis nilai kesesuaian perairan dari parameter fisika dan kimia tesebut untuk mendapatkan daerah yang direkomendasikan bagi budidaya ikan dalam keramba jaring apung.Metode penelitian adalah menggunakan pendekatan spasial, pengukuran parameter secara insitu seperti suhu, oksigen terlarut, salinitas dan pH dilakukan dengan menggunakan DO meterYSI 650. Untuk kedalaman perairan dilakukan dengan menggunakan GPSMap 178C Sounder.Selanjutnya diadakan pembobotan terhadap parameter fisika dan kimia perairan tersebut.Bobot dari masing-masing parameter tersebut digunakan untuk menentukan tingkat kesesuaianperairan. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 1 Agustus sampai dengan 5 Agustus 2016. Lokasi pengambilan sampel adalah di perairan Teluk Kolisusu Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengambilan sampel parameter fisika dan kimia perairan dilakukan padapukul 08.00 Wita sampai 17. 00 Wita. Kabupaten Buton Utara memiliki wilayah perairan lautyang cukup potensial untuk pengembangan usaha perikanan. Parameter fisika dan kimia perairan yang diukur secara langsung adalah suhu, salinitas, DO, pH dan kecerahan. Suhu perairan berkisar antara 25.97 – 29.71 0C, salinitas berkisara antara 6.33 – 35.73 ppt, kisaran DO yaitu 5.11 – 8.38 ml/L , nilai pH berkisar 8,05 – 8.66, kecerahan berkisar antara 0.4 – 12.2 meter. Berdasarkan analisa SIG, diperoleh potensi lahan untuk budidaya ikan dalam KerambaJaring Apung di perairan Teluk Kulisusu sebesar 2030 ha. Secara umum karakteristik perairandi Teluk Kolisusu Kabupaten Buton Utara dapat mendukung usaha budidaya ikan dalam keramba jaring apung (KJA), namun kedalaman perairan yang relatif dangkal serta adanya alurpelayaran menjadi faktor pembatas dalam kesesuaian lahan untuk kegiatan budidaya ikan dalam KJA.

Kata kunci : Budidaya, Kabupaten Buton Utara, Kesesuaian, KJA, Potensi