Prosiding / 2017BDP / PB - 20

PENGGUNAAN PESTISIDA DIKLORVOS UNTUK MEMBERANTAS HAMA JEMBRET (Mesopodopsis Sp.) PADA BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI TAMBAK

Imam Taufik * dan Lies Setijaningsih

*Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Bogor

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas pestisida diklorvos dalam memberantas hamajembret (Mesopodopsis Sp.) serta cara penggunaan yang aman pada budidaya udang windu(Penaeus monodon) di tambak. Penelitian melalui 2 tahap: 1) uji hayati lapangan (field biotests)yaitu menentukan dosis terendah dari pestisida uji yang efektif untuk memberantas hamasasaran, dengan cara memaparkan hama jembret dalam larutan pestisida diklorvos padakonsentrasi 0.0, 0.5, 1.0, dan 1,5 mg/l; dan 2) uji budidaya udang windu, dengan tujuan untukmengetahui waktu yang tepat pada budidaya udang windu di tambak, dengan waktu penebaran4, 8, dan 12 hari setelah aplikasi pestisida diklorvos. Penelitian dilakukan selama 4 bulan, yangdimulai pada bulan Mei sampai dengan September 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwaformulasi pestisida dengan bahan aktif diklorvos bersifat toksik terhadap hama jembret ditambak dimana pada dosis 0.5 sampai 1.5 mg/l dalam waktu 24 jam efektif membunuh jembretdengan mortalitas >70%. Pada dosis efektif (0.5 - 1.5 mg/l) dalam waktu 8 Hari Setelah Aplikasi(HSA), bioaktifitas pestisida diklorvos tidak bersifat letal maupun subletal sehingga tidakberpengaruh buruk terhadap sintasan dan produktifitas udang windu di tambak. Pestisidadiklorvos pada dosis 0.5 mg/l efektif memberantas hama jembret di tambak dengan waktupenebaran udang windu yang aman di tambak adalah 8 HSA pestisida diklorvos.

Kata kunci : diklorvos, jembret, pestisida, toksisitas, udang windu