Prosiding / 2017BDP / BC - 04

REKAYASA TEKNOLOGI POLIKULTUR IKAN SIDAT DAN BANDENG BERBASIS BIOFILTER SISTEM UNTUK PERCEPATAN PERTUMBUHAN

Istiyanto Samidjan dan Diana Rachmawati

Dosen Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip.

Permasalahan utama budidaya ikan sidat dan ikan bandeng saat ini adalah masih dilakukansecara konvensional dan monokultur, sehingga mortalitasnya tinggi 85 – 97 %, sertapertumbuhannya lambat. Penyebabnya antara lain serangan bakteri pathogen, kandungannutrisi pakan yang rendah, kualitas lingkungan yang kurang baik karena belum menggunakanbiofilter sistem. Tujuan penelitian untuk mengkaji peran rekayasa teknologi polikultur ikan sidatdan ikan ikan bandeng pada kepadatan kombiunasi yang berbeda yang diberi pakan buatandengan kandungan protein 35% untuk percepatan pertumbuhan dan kelulushidupan. Materipenelitian menggunakan hewan uji ikan sidat stadia elver ukuran 5,25 ± 0,05 cm, bobot 1.1 4 ±0.08 g dan ikan bandeng 5,24 ± 0.06 cm bobot 1.1 3 ± 0.09 g dengan kepadatan benih yangditebar masing-masing 5 dan 10 ekor/m 2, pada petakan tambak 100 m 2, pada luasan tambak1200 m2 di tambak Kelompok Pembudidaya Ikan Kelurahan Tugu Rejo, Kecamatan Tugu, KotaSemarang, Jawa Tengah,Indonesia, dari bulan Februari sampai Oktober 2016. Pakan ujimenggunakan buatan kandungan protein 35% dengan dosis pakan 3% perbiomas perhari,serta dilengkapi dengan biofilter system yang dipasang di inlet tambak sebagai tempatpercobaan. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuandan tiga kali ulangan perlakuan tersebut adalah T1 (ditebar benih 5 ekor/m 2 sidat dan 5 ekor/m 2ikan bandeng), T2 (ditebar benih 10 ekor/m 2 sidat dan 5 ekor /m2 ikan bandeng), T3 (ditebarbenih sidat 5 ekor/m 2 dan 10 ekor/m2 bandeng) dan T4 (ditebar 10 ekor/m 2 sidat dan 10 ekor/m2bandeng). Data yang dikumpulkan meliputi Pertumbuhan bobot mutlak, kelulushidupan,konversi pakan (FCR) dan kualitas air meliputi: Suhu, salinitas, pH, O2, NO2, NH3. Datapertumbuhan, kelulushidupan dan FCR dianalis dengan uji ragam (Anova) dan data kualitas airsecara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kombinasi padattebar ikan sidat dan ikan bandeng berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dankelulushidupan ikan sidat dan ikan bandeng. Kombinasi campuran ikan sidat dan ikan bandengpada system budidaya polikultur dapat eningkatkan pertumbuhan tertinggi pada perlakuanT4(sidat 188.75 ± 0.7 g, dan ikan bandeng 80.65 ± 0.25 g) dan kelulushidupan sidat 90 ± 0.2%dan bandeng 95 ± 2.5% dan konversi pakan (FCR) terendah T4(1.25 ± 0.1 5). Kualitas airselama penelitian menunjukkan kehidupan yang ideal untuk ikan sidat dan ikan bandeng.

Kata kunci : ikan bandeng (Chanos chanos Forskal), pertumbuhan, polikultur Sidat(Anguilla bicolor)