Prosiding / 2017BDP / BC - 01

PENDEDERAN IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum, Cuvier, 1818) DENGAN BERBAGAI TINGKAT KEPADATAN DI KOLAM TANAH DAN NILAI EKONOMISNYA

Ulfah Fayumi* dan Estu Nugroho

Pusat Riset Perikanan, Jakarta

Budidaya ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) telah berkembang di Jawa Barat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi produksi pendederan ikan bawal air tawar dikolam tanah dengan mengujikan berbagai tingkat padat tebar larva. Pemijahan dilakukansecara semi alami dengan bantuan suntikan hormon ovaprim dengan dosis 0,75 ml per kgbobot induk betina dan 0,5 ml/kg bobot induk jantan. Larva yang dihasilkan dipelihara dalamkolam tanah ukuran 500 - 1000 m 2 dengan padat tebar yang digunakan adalah 80, 100 dan 120ekor/m 2. Pakan yang diberikan berupa pelet komersial berkadar protein 40% dan 30 – 32 %.Pakan diberikan secara ad libitum setelah 7 hari larva ditebar. Pemeliharaan larva dilakukanselama 45 hari di Cinangsi dan Bojongpicung, Cianjur. Nilai sintasan rata-rata tertinggi tercatatsebesar 76,27% di Cinangsi pada kepadatan 80 ekor/m 2 dan terendah adalah 36,28% diBojongpicung (120 ekor/m 2). Terdapat variasi dalam distribusi ukuran benih yang dihasilkanpada berbagai tingkat padat tebar. Harga Pokok Produksi (HPP) terendah adalah Rp25,04/ekor di dapatkan pada kepadatan 100 ekor/m 2 (Cinangsi) dan tertinggi sekitar Rp105,33 /ekordi kepadatan 120 ekor/m 2 (Bojongpicung).

Kata kunci : bawal air tawar, kepadatan, kolam tanah, nilai ekonomis, pendederan