Prosiding / 2017BDP / BB - 11

SUBSTITUSI SILASE BULU AYAM DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHANIKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus)

Diana Rachmawati dan Istiyanto Samidjan

Departemen Akuakultur Program Studi Budidaya Perairan, FPIK, UNDIP

Bulu ayam merupakan salah satu hasil samping dari industri pemotongan ayam yang dapatdigunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan pakan. Pemanfaatan limbah bulu ayamsebagai pakan ikan merupakan suatu usaha untuk meminimalisasi dampak limbah yangberasal dari industri peternakan. Bulu ayam memiliki protein berkisar antara 82 - 91% namunjuga terdapat keratin yang sulit di cerna. Sebelum digunakan sebagai bahan baku pakan, buluayam terlebih dahulu diolah menjadi silase. Sehingga kandungan keratin dihidrolisis melaluifermentasi dengan mikroba karetenophilic yang dapat memaksimalkan efisiensi pemanfaatanpakan dan kecernaan pakan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh substitusitepung ikan dengan silase tepung bulu ayam pada pakan buatan terhadap pertumbuhan ikanlele Sangkuriang (Clarias gariepinus). Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan lele bobotrata-rata 2,27 ± 0,34 g/ekor, dengan padat penebaran 25 ekor/m 3. Penelitian ini menggunakanmetode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap 5 perlakuan dan 3 kali ulangan.Perlakuan dalam penelitian ini adalah substitusi tepung ikan dengan silase tepung bulu ayamyaitu A (0% silase tepung bulu ayam dan 100% tepung ikan), B (25% silase tepung bulu ayamdan 75% tepung ikan), C (50% silase tepung bulu ayam dan 50% tepung ikan), D (75% silasetepung bulu ayam dan 25% tepung ikan), E (100% silase tepung bulu ayam dan 0% tepungikan). Data yang di amati meliputi efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio konversi pakan(FCR), laju pertumbuhan relative (RGR), kecernaan protein kasar (KPK), kecernaan proteintotal (KPT) dan kelulushidupan serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusisilase tepung bulu ayam dalam pakan buatan memberikan pengaruh sangat nyata (P < 0,01)terhadap EPP, FCR, RGR, KPK dan KPT namun tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadapSR benih ikan lele. Komposisi 25% silase tepung bulu ayam dan 75% tepung ikan (perlakuanB) merupakan komposisi terbaik untuk efisiensi pemanfaatan pakan dan laju pertumbuhanrelatif benih ikan lele Sangkuriang. Parameter kualitas air pada media pemeliharaan beradapada kisaran yang sesuai untuk budidaya benih ikan lele Sangkuriang.

Kata kunci : Bulu Ayam, Ikan Lele Sangkuriang, Pakan Buatan, Pertumbuhan, Silase