Prosiding / 2015THP / pPP-26

KANDUNGAN FORMALDEHID ALAMI PADA TIGA JENIS IKAN PELAGIS KECIL YANG DISIMPAN PADA ES CURAI

Jovita Tri Murtini*1, Ajeng Kurniasari Putri dan Farida Ariyani

1Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Penelitian perubahan kadar formaldehid alami pada tiga jenis ikan pelagis kecil selama penyimpanan dalam es curai telah dilakukan. Penelitian ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui intensitas pembentukan formaldehid alami oleh ikan setelah mati. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk menduga kemungkinan dilakukannya penyalahgunaan formalin pada ikan. Penelitian dilakukan terhadap ikan segar yang diperoleh dari hasil tangkapan one day fishing yang terdiri dari 3 jenis ikan yaitu ikan kurisi (Nemiptarus nemathoporus), ikan coklatan (Scolopsis taenropterus) dan ikan tengkek (Caranax crysos). Ikan kurisi dan ikan coklatan diperoleh dari Cituis, Tangerang Banten dan ikan tengkek diperoleh dari Pelabuhan Ratu Jawa Barat. Ikan tersebut dibawa ke laboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBP4BKP) dalam keadaan di es dalam peti insulasi. Sesampai di laboratorium ikan dibagi menjadi 3 kelompok sebagai ulangan dan masing-masing di simpan dalam peti pendingin yang berisi es dengan perbandingan ikan : es adalah 1:3. Pengamatan dilakukan setiap 3 hari selama 15 hari, sampel yang dipergunakan untuk analisis adalah daging ikannya. Parameter yang diamati adalah kadar formaldehid, trimethil amin (TMA), trimethil amin oksida (TMAO) dan kadar total volatile base (TVB) serta komposisi proksimat dianalisis hanya pada hari pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan formaldehid alami pada hari ke 3 penyimpanan pada ikan kurisi, ikan coklatan dan ikan tengkek berturut-turut adalah 0,09, 0,07, 0,21 ppm. Pada saat itu kondisi ikan masih segar dengan kandungan TVB di bawah 20 mgN%. Kandungan TMA berkisar 3,33 -3,78 mgN% dan TMAO 2,22-2,41 mgN% dan selama penyimpanan cenderung meningkat. Penyimpanan ikan kurisi , coklatan dan tengkek pada suhu es kandungan formaldehid alaminya masih di bawah 0,6 ppm pada hari ke 15. Kandungan TMA, TMAO dan TVB pada ikan kurisi, coklatan dan tengkek selama penyimpanan suhu es selama 15 hari cenderung meningkat. Jumlah angka lempeng total pada ikan kurisi, coklatan dan tengkek pada penyimpanan suhu es cenderung meningkat, pada penyimpanan hari ke 9 ikan coklatan sudah 107 , tengkek 106 dan kurisi 105.

Kata kunci : TMA, TMAO, TVB, ikan kurisi, coklatan, tengkek