Prosiding / 2015THP / PP-08

PENGARUH KONSENTRASI AGENSIA BATING TERHADAP KUALITAS FISIK KULIT SAMAK IKAN BUNTAL (Arothron reticularis)

Angga G. Pratama, RLM. Satrio Ari W, Titik Anggraini

Politeknik ATK Yogyakarta

Di indonesia industri penyamakan kulit yang menggunakan bahan mentah kulit yang berasal dari hewan darat seperti kambing, domba, sapi, kerbau dan reptil sudah berkembang pesat, sedangkan industri penyamakan kulit yang menggunakan bahan mentah kulit ikan masih sedikit jumlahnya. Mekanisme penyamakan kulit pada prinsipnya adalah memasukkan bahan tertentu dalam anyaman atau serat kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi bating dengan menggunakan Oropon OR sebagai bating agent. Konsentrasi bating agent yang digunakan adalah 1%, 2% dan 3% dengan waktu bating 1,5 jam. Penelitian ini menggunakan metode pengulangan sebanyak tiga kali. Materi yang digunakan dalam percobaan adalah ikan buntal yang diproses dengan samak krust, kemudian kulit diuji kuat tarik, kemuluran dan kekuatan sobek. Analisa yang digunakan adalah secara ANOVA dan bila ada beda dilanjutkan Duncan. Perlakuan konsentrasi Oropon OR 1% memberikan pengaruh terbaik rata – rata terhadap kekuatan tarik sebesar 69,23 kg/cm2 dan kemuluran sebesar 87,38% sedangkan perlakuan rata – rata konsentrasi Oropon OR 2% berpengaruh terbaik terhadap kekutan sobek sebesar 22,98 kg/cm. Hal ini menunjukkan bahwa setiap perlakuan konsentrasi Oropon OR sebagai agensia bating memiliki pengaruh yang berbeda setiap parameter perlakuan uji.

Kata kunci : bating, ikan buntal, kulit, uji fisik