Prosiding / 2014BDP / pRI-07

MAJOR HISTOCOMPATIBILITY COMPLEX CLASS II (MHC-II) TERHADAP PENYAKIT KOI HERPESVIRUS (KHV)

Didik Ariyanto*, Yogi Himawan dan Khairul Syahputra

Balai Penelitian Pemuliaan Ikan

Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan budidaya air tawar yang cukup populer. Ikan ini mempunyai toleransi cukup baik terhadap kondisi perairan sehingga daerah penyebarannya sangat luas. Salah satu kendala serius dalam pengembangan budidaya ikan mas adalah timbulnya wabah penyakit Koi Herpes Virus (KHV) sejak tahun 2002. Beberapa langkah strategis telah dilakukan dalam rangka penanggulangan penyakit tersebut antara lain melalui pemilihan benih bebas KHV, manajemen budidaya yang baik, vaksinasi hingga beralih komoditas budidaya misalnya ikan nila dan patin. Namun demikian, program pemuliaan dalam rangka mendapatkan populasi tahan penyakit khususnya KHV belum banyak dilakukan. Salah satu program seleksi yang dilakukan Balai Penelitian Pemuliaan Ikan Subang adalah melakukan seleksi individu berdasarkan marka molekuler penyandi ketahanan terhadap penyakit, yaitu MHC-II. Induk hasil seleksi selanjutnya dipijahkan untuk mendapatkan benih sebagai bahan evaluasi efektivitas kegiatan seleksi. Sebagai kontrol digunakan benih dari induk yang tidak membawa gen MHC-II. Evaluasi dilakukan melalui 2 pendekatan, yaitu uji tantang laboratorium dan uji lapang di media budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara laboratoris, benih hasil seleksi mempunyai ketahanan terhadap KHV lebih baik dibandingkan benih non seleksi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai sintasan benih hasil seleksi sebesar 94,44% secara nyata lebih tinggi dibanding kontrol sebesar 57,78%. Namun, hasil uji lapang menunjukkan bahwa nilai sintasan benih hasil seleksi secara nyata lebih rendah dibanding kontrol, yaitu 45,00% dibanding 60,00%.

Kata kunci : daya tahan, ikan mas, marka molekuler, penyakit