Prosiding / 2014BDP / pRI-05

PRODUKSI MASAL BENIH IKAN GOLDEN TREVALLY (Gnathanodon speciosus Forsskal) DENGAN PEMBERIAN JENIS PAKAN BERBEDA PADA BAK TERKONTROL

Tony Setiadharma

Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol

Ikan golden trevally, Gnathanodon speciosus (Forsskall) merupakan salah satu jenis ikan pelagic bernilai ekonomis karena harga yang relatif tinggi serta merupakan komoditas ekspor. Ikan ini dapat digunakan sebagai ikan hias karena warna kuning dan bergaris hitam sehingga sangat digemari dengan nama ikan Pidana kuning, simba kuning atau kue macan. Harga dipasaran domestik pada ukuran 7-8 cm mencapai Rp 3.000-5.000,- sedang eksport mencapai Rp 10.000-12.000,-. Hal ini mendorong usaha penangkapan di alam semakin meningkat sehingga populasi di alam menurun yang menyebabkan kerusakan lingkungan karang karena cara penangkapan yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pakan yang tepat pada produksi benih ikan kue sebagai ikan hias laut sehingga diperoleh sintasan dan keragaman yang tinggi. Penelitian dilakukan dalam wadah bak beton dengan volume 6 m³. Perlakuan penelitian adalah (a) pakan pelet mikro, (b) udang rebon, c) ikan rucah. Pemberian pakan dimulai saat larva umur 30 hari menjelang phase juvenile. Hasil penelitian menunjukkan pemberian udang rebon menghasilkan sintasan yang lebih tinggi yaitu 5,38±1,20 %, panjang 5,40 ± 0,80 cm, dan berat 0,53 ± 0,050 g, kemudian pakan ikan rucah dan pakan pelet mikro yaitu 4,05±1,10 %, panjang 4,80 ± 0,20 cm dan berat 0,53 ± 0,050 g kemudian 4,01 ± 1,20 %, panjang 4,54 ± 0,56 cm dan berat 0,48 ± 0,040 g. Sintasan yang dihasilkan tidak berbeda nyata (P>0.05) sedang untuk pertumbuhan berbeda nyata (P<0.05). Performa dan kualitas benih pada pemeliharaan dengan pemberian pakan udang jemret lebih baik dan lebih menarik dengan warna kekuningan.

Kata kunci : ikan golden trevally, larva, pakan, pertumbuhan, survival rate (SR)