Prosiding / 2014BDP / pRB-16

KARAKTERISTIK TANAH SALIN DI TAMBAK KECAMATAN MAPPAKASUNGGU, KABUPATEN TAKALAR

Kamariah*, Ruzkiah Asaf dan Mudian Paena

Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau Maros

Tanah salin tergolong tanah bermasalah karena kebanyakan tanaman tidak dapat tumbuh sama sekali. Oleh karena itu, tanah ini berpeluang untuk dijadikan lahan budidaya, di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, digunakan sebagai tambak budidaya untuk produksi komoditas perikanan pantai seperti udang windu, bandeng dan rumput laut pada musim hujan dan sebagai tambak garam untuk produksi garam pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah salin di tambak Kabupaten Takalar dalam upaya perbaikan untuk budidaya tambak yang berdaya guna dan berhasil guna. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada 20 titik. Dengan menggunakan Global Position System (GPS). Peubah kualitas tanah sebagian diukur langsung di lapangan dan sebagian lagi dianalisis di laboratorium. Hasil analisis menunjukkan bahwa, peubah kualitas tanah yang di ukur di lapangan yaitu pHF dan pHFOX diperoleh selisih pHF-pHFOX yang nilainya lebih besar dari 4. Tanah tambak di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan adalah jenis tanah salin dengan klasifikasi tanah bergaram banyak dengan nilai DHL dari tiga kedalaman lebih besar dari 15 mS/cm, dari hasil analisis tanah menunjukkan bahwa tanah bersifat sangat masam sampai masam dengan nilai pHf rata-rata pada kedalaman 0-20 cm sebesar 7,24, kedalaman 20-40 cm sebesar 7,06 dan kedalaman 40-60 cm sebesar 7,08. Perbedaan nilai DHL dari setiap kedalaman disebabkan karena nilai pHF- pHFOX cenderung meningkat. Penanganan setiap kelompok tanah dilakukan sesuai dengan karakter tanah yang telah diketahui karakteristiknya.

Kata kunci : karakteristik, kecamatan Mappakasunggu, tambak, tanah salin