Prosiding / 2014BDP / pRB-11

PENGARUH BEBERAPA DESINFEKTAN (FORMALIN, KALIUM PERMANGANAT DAN MALACYT GREEN) TERHADAP DAYA TETAS TELUR KEPITING BAKAU (Scylla serrata Forskal)

Early Septiningsih* dan Herlinah Jompa

Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh berbagai jenis desinfektan (formalin, kalium permanganat dan malacyte green) terhadap daya tetas telur kepiting bakau. Hewan uji yang digunakan adalah telur kepiting bakau yang sudah matang gonad (TKG IV) yang telah dilepaskan oleh induknya. Jumlah telur yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 3600 butir. Wadah penelitian yang digunakan berupa stoples berukuran 3 (tiga) liter sebanyak 12 buah. Tiap stoples diisi telur sebanyak 150 butir per liter, volume air tiap stoples 2 liter dengan salinitas 30 ppt. Perlakuan desinfektan dilakukan dengan 4 (empat) perlakuan yaitu : 2,4,6 dan 7 ppm dengan 3 (tiga) ulangan. Perendaman dilakukan selama 24 jam. Aplikasi dan media pemeliharaan diaerasi secara merata. Peubah yang diamati adalah daya tetas telur dan sebagai parameter penunjang dilakukan pengukuran kualitras air yang meliputi suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut dan amoniak dianalisis secara deskriptif. Hasil analisa secara deskriptif diperoleh bahwa pada perlakukan menggunakan formalin 4 ppm tertinggi daya tetasnya sebesar 5,1%, disusul malacyte green sebesar 2 ppm sebesar 3,2 % kemudian kalium permanganat 7 ppm sebesar 2,26% dan kontrol sebesar 0,5%. Kualitas air selama penelitian masih berada pada kisaran yang layak untuk penetasan telur kepiting bakau.

Kata kunci : daya tetas, desinfektan, telur kepiting bakau