Prosiding / 2014BDP / pRB-08

PERFORMA IKAN PATIN PASUPATI II (Pangasius sp.) PADA SEGMEN PENDEDERAN SECARA OUTDOOR DI KOLAM TEMBOK

Evi Tahapari* dan Jadmiko Darmawan

Balai Penelitian Pemuliaan Ikan, Sukamandi

Dalam rangka peningkatan produksi dan produktifias perikanan budidaya, aspek penggunaan benih unggul merupakan suatu kaharusan. Pembentukan benih unggul ikan dapat dilakukan melalui pendekatan genetika dengan serangkaian kegiatan penelitian yang terencana dan berkelanjutan. Ikan patin Pasupati merupakan ikan patin unggul berdaging putih hasil rekayasa genetik yang memiliki rasa dan tekstur daging disukai konsumen. Namun demikian perlu pengkajian untuk perbaikan pada karakter pertumbuhannya. Pembentukan ikan patin Pasupati II (patin Pasupati yang “diperbaiki”) dilakukan melalui persilangan antara induk betina ikan patin Siam dengan induk jantan patin Jambal hasil seleksi (F1). Ikan patin Pasupati II merupakan Produk hasil perbaikan pada karakter pertumbuhan terhadap induk ikan patin pembentuknya melalui seleksi family. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa benih ikan patin Pasupati II yang dipelihara secara outdoor di kolam tembok. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang memiliki 3 perlakuan yaitu; (A) Populasi ikan patin Siam FI (B) Populasi ikan patin Pasupati I dan (C) Populasi ikan patin Pasupati II. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati meliputi Pertambahan bobot dan panjang harian, Konversi pakan (FCR), Sintasan dan kualitas air pemeliharaan sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih ikan patin Pasupati II memberikan pertambahan bobot dan panjang total harian yang tertinggi: 0,19 ± 0,03 g/hari dan 0,16 ± 0,01 cm/hari dan secara statistik memberikan perbedaan yang nyata (P<0,05) dibanding populasi lainnya, akan tetapi tidak memberikan perbedaan yang nyata (P>0,05) antar perlakuan terhadap parameter Konversi pakan dan Sintasan selama pemeliharaan. Performa benih ikan patin Pasupati II memberikan peningkatan laju pertambahan bobot 54,17% dan laju peningkatan pertambahan panjang 18,18% terhadap patin Siam FI serta memberikan laju peningkatan pertambahan bobot 27,91 % dan laju peningkatan pertambahan panjang 8,33% terhadap patin Pasupati I. Nilai konversi pakan dan Sintasan pada ketiga populasi sebesar 1,0 ± 0,0 - 1,1 ± 0,3 dan 86,4 ± 8,4 - 96,2 ± 3,5%. Hasil analisis kualitas air selama pemeliharaan menunjukkan bahwa nilai-nilai arameter kualitas air masih dalam kisaran layak untuk digunakan sebagai media pemeliharaan benih ikan uji.

Kata kunci : hibridisasi, outdoor, pasupati ll, pendederan, performa