Prosiding / 2014BDP / pRB-02

KORELASI VOLUME FLOK DENGAN KEPADATAN BAKTERI DAN BAHAN ORGANIK TOTALPADA SISTEM BIOFLOK DENGAN BESARAN AERASI BERBEDA

Yohanna R. Widyastuti* dan Sofyan Agustiawan

Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar

Terbentuknya flk diinisiasi oleh bakteri pembentuk flk ketika mencapai suatu kepadatan populasi yang cukup tinggi. Bakteri heterotrof berperan penting dalam siklus proses penguraian bahan organik seperti dekomposisi dan mineralisasi.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui korelasi volume flk dengan kepadatan bakteri dan bahan organik total dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) sistem bioflk.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah berbagai besaran aerasi, yaitu 600, 1200 dan 2400 ml/menit. Wadah yang digunakan sembilan akuarium dengan volume total 90L. Kepadatan ikan nila satu ekor per liter air dan diberi pakan komersial (27% protein) dengan dosis 3% dari berat biomasa ikan dan diberikan pada pagi dan sore hari. Penambahan molase diberikan satu kali per hari. Bakteri Bacillus sp. ditebar pada awal masa kegiatan dengan dosis 1ml/L air. Total waktu emeliharaan ikan selama 75 hari. Parameter yang diukur adalah volume flk, bahan organik total (BOT) dan kepadatan populasi bakteri (TPC) dengan interwal waktu sampling setiap minggu. Data dianalisa menggunakan Regresi polynomial. Parameter kualitas air pendukung yang diamati adalah suhu, pH dan oksigen terlarut dan dianalisa secara deskriptif. Hasil percobaan menunjukan bahwa kepadatan populasi bakteri sangat berpengaruh terhadap volume flk dengan korelasi antara 80-87%. Pengaruh bahan organik total tertinggi (71,8%) terdapat pada perlakuan besaran aerasi 2400 ml/menit. Dinamika parameter kualitas air selama penelitian relatif stabil dan nilainya optimal dalam pembentukan volume flok.

Kata kunci : bioflk, TPC dan bahan organik total, volume