Prosiding / 2014BDP / pRB-01

PERKEMBANGAN TANAMAN HIAS AIR Microsorum pteropus PADA BERBAGAI KONDISI NAUNGAN

Muhamad Yamin*1, Joni Haryadi2 dan Nurhidayat1

1Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias 2Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya

Agar dapat dibudidayakan di dataran rendah maka tanaman kadaka perlu diberikan naungan untuk mengurangi intensitas cahaya dan suhu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis naungan untuk budidaya tanaman kadaka, atau java fern (Microsorum sp.). Tanaman kadaka diperoleh dari pedagang pengumpul di Desa Gunung Bunder 2. Penelitian dilakukan pada lahan penelitian BPPBIH, Depok. Penelitian di desain dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu paranet dengan beberapa tingkat naungan yaitu: perlakuan A. paranet 50%; perlakuan B. paranet 70% dan paranet 90%. Pengairan diberikan berupa air mengalir selama 12 minggu pertama penelitian. Selanjutnya air dikurangi dan hanya diberikan sampai kondisi tanah berair macak-macak. Parameter yang diamati diantaranya tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun dan jumlah anakan. Sampling dilakukan setiap dua minggu. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa tanaman dapat tumbuh pada tempat yang diberi naungan paranet hitam mulai dari 50%, 70%, dan 90 %. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa ketiga level naungan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diukur (tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, jumlah sporofi muda, jumlah daun baru). Perkembangan sporofi muda meningkat lebih cepat setelah jumlah air dikurangi dan hanya diberikan sampai media cukup basah. Sistem pengairan pada pemeliharaan awal tanaman M. pteropus sebaiknya dilakukan secara stagnan dan bukan berupa air mengalir.

Kata kunci : budidaya, Microsorum sp., naungan, pertumbuhan, sporofi