Prosiding / 2014BDP / pPN-10

DAYA APUNG DAN NUTRISI PAKAN IKAN TERFERMENTASI Aspergillus niger, Saccharomyces cerevisiae DAN Rhizopus oryzae

Ardiansyah Kurniawan* dan Eva Helda

Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung

Pembudidaya ikan lebih menyukai pakan ikan yang mengapung karena memudahkan pembudidaya ikan untuk mengetahui daya konsumsi pakan oleh ikan sehingga mampu memprediksi kondisi ikan yang dibudidayakan serta jumlah pakan yang tersisa, namun untuk membuat pakan terapung di pabrik menggunakan sistem steam yang mahal dan kurang ekonomis untuk skala pembudidaya ikan. Aspergillus niger, Saccharomyces cerevisiae dan Rhizopus oryzae diharapkan dapat memberikan proses fermentasi pada pakan ikan untuk meningkatkan nutrisi serta menjadikan pakan ikan dapat mengapung, sehingga produksi pakan ikan terapung dapat dilakukan dengan skala kecil pada pembudidaya ikan. Hasil penelitian menunjukkan pengujian daya apung pakan terfermentasi berkisar antara 12,3 – 14,1 detik. Pada analisa proksimat diperoleh hasil : kadar 10-14,7%, kadar abu memiliki kisaran 10,40-10,80%, kadar protein pakan berada pada kisaran 37,68 – 42,76 % dan kadar lemak pada pakan dengan perlakuan fermentasi berkisar antara 19,84-22,85%. Fermentasi dengan R.Oryzae mampu meningkatkan kadar protein dan menurunkan kadar lemak. Pada pengujian kalori, pakan dengan fermentasi A. niger menghasilkan kalori lebih tinggi yaitu 4295,76 Kkal/kg pakan dibandingkan pakan ikan terfermentasi dengan S. cerevisiae dan R.Oryzae yang menghasilkan 3828,96 dan 4066,67 Kkal/kg.

Kata kunci : pakan ikan terfermentasi, daya apung pakan ikan, nutrisi pakan ikan