Prosiding / 2014BDP / RI-06

INDEKS GONADOSOMATIK DAN HEPATOSOMATIK JUVENIL (Osteochilus hasselti C.V.) YANG DIPELIHARA DI PERAIRAN YANG TERCEMAR LIMBAH CAIR BATIK

Gratiana E. Wijayanti1*, R. Safari2, W. Lestari1

1Fakultas Biologi Unsoed; 2Program Studi S2 Biologi Unsoed

Pertumbuhan industri batik di Indonesia membawa konsekuensi meningkatnya jumlah limbah pewarnaan batik yang harus ditangani dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. Pembuangan limbah pewarna batik ke sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu akan berpengaruh terhadap kelangsungan biota perairan yang hidup di sungai tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan organ reproduksi ikan yang dipelihara di sungai yang menampung limbah cair batik. Juvenil nilem dengan panjang 10,116±0.144cm dan berat 10,571±0.992 g dipelihara dalam karamba yang ditempatkan di aliran sungai sebelum melewati limbah (stasiun-1), di daerah yang dilewati limbah (stasiun 2-3) dan aliran setelah dilewati limbah (stasiun-4) selama 3 bulan. Evaluasi terhadap pertumbuhan ikan, indeks gonadosomatik (IGS) dan indeks hepatosomatik (IHS) dilakukan setiap 3 minggu dengan mengambil 10 sampel secara acak dari masing-masing stasiun. Kualitas air sungai diukur bersamaan dengan pengambilan sampel ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar DO, BOD, pH dan temperatur air masih sesuai baku mutu sedangkan kadar COD, fenol dan Cr telah melampaui batas baku mutu. Panjang tubuh ikan jantan dan betina relatif sama hingga akhir penelitian namun berat ikan betina lebih tinggi dari ikan jantan. Peningkatan kadar fenol dan Cr menekan perkembangan ovarium (r=-0,789 dan r=-0,872) namun kurang berpengaruh terhadap nilai HIS betina. Sebaliknya peningkatan kadar fenol dan Cr tidak begitu berpengaruh terhadap testis namun berkorelasi negatif dengan IHS jantan (r=-0,637 dan -0,684). Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa kandungan fenol dan Cr dalam limbah cair batik menghambat perkembangan gonad ikan nilem betina.

Kata kunci : limbah cair batik, Fenol, Cr, IGS, IHS