Prosiding / 2014BDP / RI-05

PERKEMBANGAN GONAD DAN PEMIJAHAN INDUK IKAN KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) HASIL BUDIDAYA GENERASI KE-1 (G-1) DAN GENERASI KE-2 (G-2)

Tridjoko

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut, Gondol Bali

Teknologi pembenihan ikan kerapu bebek masih mengandalkan induk dari laut (G-0). Padahal induk dari laut sudah sulit didapatkan dan hanya ada di perairan tertentu saja. Disamping itu induk dari laut diperlukan waktu yang cukup lama untuk bisa matang gonad hingga memijah. Oleh karena itu untuk mengantisipasi kelangkaan induk ikan kerapu bebek hasil tangkapan dari laut perlu diupayakan pembenihan induk ikan kerapu bebek yang berasal dari budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan gonad dan pemijahan induk ikan kerapu bebek hasil budidaya G-1 dan G-2. Penelitian ini dilakukan di bak beton sebagai media pemeliharaan. Menggunakan bak (I) volume 75 m3 diisi 40 ekor ikan kerapu bebek G-1 dan Bak (II) volume 75 m3, diisi 40 ekor induk ikan kerapu bebek G-2. Pakan yang diberikan adalah : ikan segar, cumi-cumi dan ditambahkan vitamin mix, vitamin C dan vitamin E. Pergantian air pada media pemeliharaan antara 200-350%/hari dengan cara air mengalir. Pada bak pemeliharaan dilengkapi dengan aerasi sebagai sumber oksigen. Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol Bali selama 7 bulan yaitu dari bulan Maret sampai dengan bulan September. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan gonad dan pemijahan induk kerapu bebek G-2 lebih baik dari pada induk kerapu bebek G-1. Jumlah total telur yang dihasilkan 5.041.000 butir, telur yang dibuahi sebanyak 2.570.000 butir dan daya tetas telur 86%.

Kata kunci : kerapu bebek, gonad, pemijahan, telur, daya tetas