Prosiding / 2014BDP / RI-04

FERTILITAS TAWES (Barbonymus gonionotus) YANG DI UV DOSIS BERBEDA ZIGOT DIKEJUT PANAS UNTUK GINOGENESIS

Reni Apriani1, Purnomo2, Suhestri Suryaningsih1, dan Yulia Sistina1

1Magister Biologi Universitas Jenderal Soedirman
2Dinas Peternakan dan Perikanan Purbalingga

Laporan ini memverifikasi keberhasilan protokol tiga tahap ginogenesis tawes melalui inaktivasi genom jantan dengan iradiasi ultra violet (UV), fertilisasinya, dilanjutkan diploidisasi zigot dengan kejut panas (40°C) selama 60 detik. Tujuan penelitian untuk menilai ferlilitas telur yang dibuahi spermatozoa yang genomnya diiradiasi UV dan penetasannya. Eksperimen Rancangan Acak Lengkap, tujuh perlakuan yaitu, kontrol positif (fertilisasi normal); kontrol negatif 1 telur difertilisasi dengan milt encer yang di UV 1983,348 J/m2; kontrol negatif2 dosis iradiasinya 3966,96 J/m2; ginogenesis1 kontrol negatif1 lalu dikejut panas pada 10 menit pasca fertilisasi; ginogenesis 2 ginogenesis1 beda waktu kejut pada 15 menit pasca fertilisasi; ginogenesis 3 kontrol negatif 2 lalu dikejut pada 10 menit pasca fertilisasi; dan ginogenesis 4 ginogenesis 3 beda waktu kejut pada 15 menit pasca fertilisasi. Materi gamet segar diperoleh dari induk yang diinduksi GnRH analog dan domperindon dosis 1,5 ml/kg bobot induk intramuskuler, 6-10 jam sebelumnya. Milt segar diencerkan 100 x dalam larutan Ringer. Data dianalisis dengan uji Anova, menggunakan program SPSS. Hasil membuktikan bahwa derajad fertilitas perlakuan ginogenesis bervariasi reratanya tertinggi diatas 40% terendah 7%. Hasil analisis data yang terbukti homogen, membuktikan bahwa rerata derajad fertilitas tidak secara nyata (P>0.05) berbeda. Namun derajad penetasannya antar perlakuan reratanya berbeda nyata (P<0.05). Survival larva masih dalam pengamatan.

Kata kunci : fertilitas, genom inaktivasi, ginogenesis, kejut panas, tawes