Prosiding / 2014BDP / RB-19

PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN AGAR BIBIT RUMPUT LAUT Gracilaria sp. DARI SUMBER BERBEDA YANG DIPELIHARA DENGAN SISTEM TEBAR DI HAPA

Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum, Rohama Daud, dan Emma Suryati

Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau

Bibit rumput laut dapat diperoleh dari bibit lokal, hasil seleksi maupun dari hasil kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan, kandungan agar dan performa bibit rumput laut Gracilaria sp. dari hasil kultur jaringan, seleksi klon dan bibit lokal. Penelitian dilaksanakan di tambak percobaan desa Taipa kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan dengan metode tebar di hapa. Sebanyak 9 unit hapa berukuran 1 x 1 x 1 m dipasang pada patok bambu dengan jarak dari dasar tambak setinggi 10 cm. Sebagai perlakuan adalah sumber bibit rumput laut yang berbeda yakni : hasil kultur jaringan, hasil seleksi klon dan bibit lokal takalar. Bibit rumput laut dari sumber yang berbeda ditebar dengan kepadatan 500 gram/hapa dan dipelihara selama 60 hari, setiap 15 hari dilakukan pengamatan terhadap pertumbuhan, kandungan agar dan kualitas air. Desain penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan pengulangan sebanyak 3 kali untuk masing-masing perlakuan. Peubah yang diamati adalah laju pertumbuhan harian, kandungan agar dan performa bibit. Data pertumbuhan dan kandungan agar yang diperoleh dianalisa menggunakan analisis ragam (ANOVA), sedangkan performa bibit dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sumber bibit yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit (P>0,05), namun berpengaruh nyata terhadap kandungan agar (P<0,05). Bibit hasil seleksi klon memiliki LPH rata-rata sebesar 4,64%/hari, kultur jaringan 4,53%/hari dan bibit lokal takalar sebesar 3,93%/hari. Kandungan agar rata-rata bibit rumput laut hasil kultur jaringan sebesar 12,38%, bibit lokal takalar 9,62% dan hasil seleksi klon sebesar 8,70%. Bibit rumput laut hasil kultur jaringan memiliki talus dengan percabangan yang lebih banyak bila dibandingkan dengan bibit dari sumber lain.

Kata kunci : Kandungan agar, pertumbuhan, Gracilaria sp., sumber bibit