Prosiding / 2014BDP / RB-18

KERAGAMAN HASIL PANEN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI TAMBAK SUPER INTENSIF

Hidayat Suryanto Suwoyo*, Makmur dan Suwardi Tahe

Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau

Budidaya udang vaname pola super-intensif memberikan konsekuensi pada tingginya bobot biomassa udang di tambak. Pengendalian terhadap bobot biomassa udang agar tetap dalam batas daya dukung lingkungan tambak menjadi suatu keharusan dalam manajemen tambak pola super-intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman bobot hasil panen udang vaname di tambak super intensif. Pengamatan keragaman bobot udang vaname dilakukan pada tambak beton berukuran 1000 m2 sebanyak dua petak yang ditebari dengan benur vaname (Litopenaeus vannamei) ukuran PL.10 dengan padat tebar 500 ekor/m2 (A) dan 600 ekor/m2 (B). Kincir masing-masing 1 PK dipasang sebanyak 12 dan 14 unit per petak. Pakan diberikan dimulai setelah penebaran sebanyak 30% dari biomassa dan menurun pada bulan keempat pemeliharaan hingga 2,5 % dari berat total biomassa udang. Pengukuran bobot udang vaname dilakukan pada saat panen parsial yang dilakukan sebanyak 3 kali yakni pada usia pemeliharaan udang (DOC) 70, 90 dan 105 hari dengan mengambil sampel secara acak sebanyak 3 kg udang sebanyak 3 kali dan ditimbang satu persatu. Data tersebut kemudian ditabulasi berupa bobot minimum, maksimum, standar deviasi, rata-rata dan koefisien variasi. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dengan bantuan tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman udang pada saat panen parsial pertama, kedua atau panen total memperlihatkan nilai keragaman relatif sama baik pada petak A maupun petak B. Nilai koefisien variasi dari ketiga tahap panen antara 12,7-14,6%. Hal ini mengindikasikan bahwa sekitar 85% ukuran udang yang dipanen memiliki bobot yang relatif seragam.

Kata kunci : bobot, keragaman, panen parsial, tambak super intensif, L. vannamei