Prosiding / 2014BDP / RB-12

PERTUMBUHAN, PRODUKSI BIOMASSA DAN KANDUNGAN KARAGINAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DENGAN BERBAGAI METODE BUDIDAYA DI DALAM EKOSISTEM PADANG LAMUN

Rajuddin Syamsuddin

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin

Penelitian bertujuan menentukan metode budidaya yang tepat yang menghasilkan pertumbuhan, produksi biomassa dan kandungan karaginan yang maksimal di dalam ekosistem padang lamun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2011 di perairan Dusun Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Analisis kandungan karaginan rumput laut dan parameter kimia kualitas air dilakukan di Laboratorium Kualitas Air, Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin. Metode budidaya yang diterapkan sebagai perlakuan yaitu permukaan (20 cm di bawah permukaan air), metode lepas dasar (kedalaman 100 cm), dan metode dasar (pada sedimen dasar). Rancangan percobaan adalah rancangan acak lengkap (RAL) masing-masing 5 ulangan untuk setiap perlakuan. Data laju pertumbuhan dan produksi biomassa dianalisis dengan Analisis Ragam dilanjutkan uji Tukey, sedangkan parameter kualitas air dianalisis secara deskriptif berdasarkan kelayakan hidup untuk rumput laut K. alvarezii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan harian, produksi biomassa dan kandungan karaginan tertinggi dihasilkan metode lepas dasar yakni masing-masing 1,54%/hari, 182,2 g dan 44,8%, sedangkan terendah metode dasar masing-masing 1,14%/hari, 124,4 g dan 39,9%. Hal ini disebabkan oleh intensitas cahaya matahari yang ditrerima oleh rumput laut pada lapisan air di atas dasar perairan (metode lepas dasar) optimal untuk metabolisme (proses fotosintesis dan penyerapan zat-zat hara berupa NH4+, NO3+, PO4- dan CO2). Pada metode dasar, intensitas cahaya rendah, sehingga penyerapan unsur hara dan proses fotosintesis agak terhambat, berakibat pada laju pertumbuhan, produksi biomassa, dan kandungan karaginan rendah, meskipun kandungan unsur hara pada dasar perairan cukup tinggi. Dekomposisi yang intensitf dari tallus oleh bakteri pada dasar perairan merupakan faktor lain penyebab rendahnya laju pertumbuhan, produksi biomassa dan kandungan karaginan rumput laut tersebut. Seluruh parameter kualitas air yang terukur berada pada kisaran yang optimal bagi pertumbuhan rumput laut.

Kata kunci : biomassa, Kappaphycus alvarezii, karaginan, metode budidaya, padang lamun, pertumbuhan