Prosiding / 2014BDP / RB-08

SUHU OPTIMUM PADA INKUBASI TELUR IKAN PELANGI ASAL DANAU KURUMOI, PAPUA Melanotaenia parva (FAMILI: MELANOTAENIIDAE)

Mochammad Zamroni*1, Nurhidayat1, dan Abdi B. Irooth2

1Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias
2Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro

Suhu pada inkubasi telur ikan pelangi kurumoi (M. parva) merupakan salah faktor yang berimplikasi terhadap kegiatan budidaya dan konservasi ikan tersebut di alam. Penelitian ini didesain dengan tujuan untuk mengetahui suhu optimum pada masa inkubasi telur, dengan parameter utama yaitu perkembangan telur, lama waktu inkubasi, dan derajat tetas telur. Hewan uji yaitu telur ikan pelangi kurumoi hasil pemijahan alami induk turunan pertama (F1) dengan rasio pemijahan jantan dan betina 2:1. Perlakuan suhu media inkubasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (A). Suhu 25°C, (B). Suhu 27°C, (C). Suhu 29°C, dan (D) Suhu 31°C. Penelitian dilakukan dalam akuarium sistem water batch yang telah disesuaikan suhunya dengan perlakuan dengan menggunakan pendingin air (macro chiller), pemanas air (rising heat) dan dikontrol menggunakan thermostat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur yang diinkubasi pada perlakuan C (Suhu 29°C) merupakan suhu optimum untuk inkubasi telur ikan pelangi kurumoi dengan lama inkubasi lebih cepat yaitu 138-168 jam, derajat penetasan sebesar 91,67% dan mampu menetaskan larva pada hari ke 6 sebanyak 61,67%.

Kata kunci : pelangi kurumoi, perkembangan embrio, suhu optimum