Prosiding / 2014BDP / PN-15

REKAYASA LINGKUNGAN DAN PAKAN BUATAN BERBASIS PENAMBAHAN VITAMIN E DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI KEPITING BAKAU (Scylla paramamosain)

Istiyanto Samidjan

Dosen Program Studi Budidaya Perairan, FPIK Undip

Permasalahan utama saat ini adalah mortalitas kepiting bakau dalam tambak mencapai 80-90 % disebabkan belum ditemukan lingkungan yang baik dan formulasi pakan buatan yang tepat. Rekayasa lingkungan melalui penggunaan mangrove sebagai biofiter system pada budidaya yang ramah lingkungan dikombinasi dengan manipulasi pakan buatan dengan vitamin E yang diberikan pada pakan buatan dapat meningkatkan produksi (pertumbuhan dan kelulushidupan).Tujuan penelitian adalah mengkaji rekayasa lingkungan penggunaan mangrove sebagai biofiter system dan pakan buatan yang diberi vitamin E terhadap peningkatan produksi kepiting bakau baik pertumbuhan dan kelulushidupan kepiting bakau. Hewan uji adalah kepiting bakau ukuran 144,5g±0.61 Metode yang digunakan adalah eksperimental di lapangan. Rancangan Faktorial 2x2 dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu T1(a1b1): diberi vit E 0,4g/100g pakan buatan dan tanpa mangrove), T2(a1b2)=diberi vit E 0,4g/100 g pakan dan diberi mangrove), T3(a2b1=diberi vit E dosis 0,8g/100g dan tanpa mangrove),T4(a2b2=diberi vit E 0,8g/100g dan diberi mangrove). Lingkungan media pemeliharaan diberi saringan air dengan mangrove yang ditanam di tepi tanggul tambak sebagai biofiter system (di inlet tambak), pakan sebanyak 5% perbiomas perhari dan dipelihara dalam basket ukuran 30x30x30 cm selama 42 hari. Hewan uji dimasukkan dalam basket 1 ekor perbasket atau dengan kepadatan 25 ekor/m2. Data yang diperoleh adalah data pertumbuhan biomassa mutlak, kelulushidupan, FCR dan data pengamatan pengaruh biofiter system dari mangrove terhadap kualitas air (suhu, salinitas, amoniak, nitrit, nitrat, oksigen) sebagai perbaikan kualitas air disekitar tanaman mangrove. Data dianalisis dengan analisis ragam (uji F). Manipulasi lingkungan media pemeliharaan kepiting soft shell seluas ± 1500 m2, dengan teknik budidaya monokultur sistem intensif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan mangrove sebagai biofiter system yang dikombinasi dengan dosis berbeda vit E pada pakan buatan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) dan terjadi interaksi adanya penggunaan mangrove dan rekayasa penggunaan vit E pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan kepiting bakau. Pertumbuhan bobot mutlak tertinggi diperoleh dari perlakuan T3 (58.75±1.010gr) dan kelulushidupan kepiting bakau perlakuan T2 (90.3333±2.309%). Peran mangrove sebagai biofiter system dapat memperbaiki kualitas air media pemeliharaan kepiting bakau, sehingga dapat meningkatkan kehidupan kepiting bakau yang ramah lingkungan.

Kata kunci : biofilter system, mangrove, pakan buatan, Scylla paramamosain, Vit. E