Prosiding / 2014BDP / PN-03

MANIPULASI PAKAN BUATAN MELALUI PENAMBAHAN VITAMIN C DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI KEPITING BAKAU (Scylla paramamosain)

Diana Rachmawati*, Istiyanto Samidjan

Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, FPIK Undip

Kepiting bakau (Scylla paramamosain) merupakan jenis kepiting konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi. Tingkat mortalitas masih tinggi 60 – 90 % disebabkan pakan yang kurang tepat kandungan nutrisi serta tidak disukai kepiting. Perlu manipulasi pakan buatan melalui penambahan vitamin C dengan formula tepat untuk meningkatkan produksi baik pertumbuhan maupun kelulushidupan.Tujuan penelitian adalah mengkaji manipulasi pakan buatan melalui penambahan vitamin C dengan dosis berbeda terhadap produksi (pertumbuhan dan kelulushidupan) kepiting bakau serta dosis terbaik vitamin C ditambahkan pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan. Kepiting bakau dewasa diperoleh dari hasil tangkapan nelayan di wilayah perairan Mangkang, Kota Semarang berjumlah 45 ekor memiliki bobot rata-rata 114.7±1.6 g/ekor. Metode yang digunakan adalah eksperimental lapangan, Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pemberian vitamin C dosis berbeda dalam pakan buatan, yaitu : A (0 mg/100g), B (12 mg/100g), C (18mg/100g), dan D(24mg/100g). Kepiting bakau dimasukkan dalam single basket ukuran 30x30x30 cm, pemberian pakan sebesar 5%/bobot biomass/hari pada pagi dan sore hari, selama 56 hari. Data yang diperoleh adalah laju pertumbuhan relatif, efiiensi pemanfaatan pakan, protein efeisiensi ratio, kelulushidupan serta data pengamatan kualitas air selama pemeliharaan 56 hari. Data dianalisis dengan analisis ragam. Penelitian dilakukan di tambak dengan sistem baterai dan padat penebaran 1 ekor/basket atau 25 ekor/m². Hasil penelitian menunjukkan bahwa manipulasi pakan buatan dengan penambahan vitamin C pada dosis berbeda dalam pakan buatan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, pemanfaatan pakan dan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kelulushidupan kepiting bakau. Dosis vitamin C sebesar 24mg/100 g merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan dan pemanfaatan pakan. Kualitas air selama pemeliharaan berada dalam kisaran yang layak untuk budidaya kepiting bakau.

Kata kunci : kepiting bakau (S. paramamosain), pertumbuhan, produksi, vitamin C