Prosiding / 2014BDP / PN-02

KUALITAS TELUR KEPITING BAKAU (Scylla olivacea) PADA BERBAGAI TINGKAT SUBSTITUSI PAKAN SEGAR DENGAN PAKAN BUATAN

Haryati*, Yushinta Fujaya, Edison Saade, Dody. Dh. Triyuno

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS

Percobaan bertujuan untuk menentukan substitusi pakan segar dengan pakan buatan yang menghasilkan kualitas telur kepiting bakau (Scylla olivacea) terbaik. Hewan uji adalah kepiting bakau belum matang gonad berasal dari hasil tangkapan di alam. Rancangan percobaan adalah rancangan acak lengkap lima perlakuan yaitu substitusi pakan segar dengan pakan buatan sebanyak 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Pakan segar yang digunakan adalah ikan layang dan cumi-cumi masing-masing sebesar 50%, sedangkan pakan buatan adalah pakan yang diformulasikan dengan dengan kandungan protein sekitar 50%. Kualitas telur dievaluasi berdasarkan parameter: (1) diameter telur; (2) komposisi asam lemak telur. Kualitas pakan dievaluasi berdasarkan kandungan protein, lemak dan asam lemak. Rata-rata diameter telur kepiting bakau pada substitusi pakan segar dengan pakan buatan sebesar 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% berturut-turut 0,4232, 0,4093, 0,4113, 0,4318 dan 0,4012 mm. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perbedaan substitusi pakan segar dengan pakan buatan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap diameter telur kepiting bakau. Kandungan EPA telur kepiting bakau berkisar antara 3,272 – 4,157 g per 100 gram lemak, semakin tinggi substitusi pakan segar dengan pakan buatan kandungan EPA telur semakin meningkat. Kandungan DHA telur relatif sama yaitu berkisar antara 1,976 – 2,413 gram/100 gram lemak. Kandungan asam lemak ARA berkisar antara 0,007 – 0,021 gram per 100 gram lipid, semakin tinggi substitusi pakan segar dengan pakan buatan kandungan ARA telur semakin rendah. Kandungan asam lemak n-3 HUFA telur berkisar antara 5,694 – 6,298 gram per 100 gram lemak, kandungan n-3 HUFA cenderung semakin meningkat dengan semakin meningkatnya substitusi pakan segar dengan pakan buatan. Pakan buatan dengan kandungan protein minimal 50% dapat menggantikan peran pakan segar dalam pemeliharaan induk kepiting bakau (S. olivacea).

Kata kunci : asam lemak telur, diameter telur, kepiting bakau (S. olivacea), pakan buatan, pakan segar.