Prosiding / 2014BDP / PK-07

KEMAMPUAN LENDIR IKAN NILA (Tilapia mosambica) MENGHAMBAT PERTUMBUHAN VIBRIO PATOGEN

Nurhidayah* dan I.A.K. Kadriah

Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau (BPPBAP), Maros

Akuakultur memiliki peran penting dalam pengembangan dan pemenuhan permintaan protein hewani. Industri akuakultur secara bertahap berkembang di dunia. Dalam usaha menjaga kesehatan hewan budidaya maka perlu dijaga hubungan antara hewan budidaya, lingkungan dan patogen. Aktivitas antibakteri dalam lendir ikan telah dibuktikan dalam beberapa spesies ikan dan aktivitas dapat spesifik terhadap bakteri tertentu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan lendir ikan nila dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio patogen. Perlakuan yang digunakan adalah Kontrol V. harveyi 107 (A), Kontrol V. harveyi 106 (B), Kontrol V. harveyi 105 (C), V. harveyi 107 + lendir (D), V. harveyi 106 + lendir (E), V. harveyi 105 + lendir (F), Kontrol V. parahaemolyticus 107 (G), Kontrol V. parahaemolyticus 106 (H), Kontrol V. parahaemolyticus 105 (I), V. parahaemolyticus 107 + lendir (J), V. parahaemolyticus 106 + lendir (K), dan V. parahaemolyticus 105 + lendir (L). Pengamatan dilakukan setiap 24 jam hingga 120 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan 48 jam lendir ikan nila mulai memperlihatkan kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri patogen hingga 120 jam pada perlakuan yang menggunakan bakteri Vibrio harveyi dan Vibrio parahaemolyticus yang dikultur secara bersama baik pada kepadatan 105 CFU/mL, 106 maupun kepadatan 107 CFU/mL. Pada pengamatan 24 jam belum memperlihatkan kemampuan yang optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Berdasakan hasil yang diperoleh bahwa lendir ikan nila menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat terhadap bakteri patogen pada lama perlakuan 96 jam.

Kata kunci : pertumbuhan, lendir, ikan nila, V. harveyi, V. parahaemolyticus