Prosiding / 2014BDP / PK-01

APLIKASI KIT DETEKSI VIBRIOSIS PADA BEBERAPA DAERAH PERTAMBAKAN UDANG DI SULAWESI SELATAN, LAMPUNG DAN SITUBONDO

Ince A.K Kadriah dan Muharijadi Atmomarsono

Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau

Penyakit merupakan faktor penghambat utama dalam keberhasilan dan keberlangsungan budidaya perikanan. Identifikasi cepat pada kejadian penyakit yang disebabkan oleh bakteri berpendar dapat membantu dalam penanganan dan pencegahan awal untuk mengurangi kematian udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Kit deteksi Vibriosis dalam mendeteksi dini kejadian penyakit langsung di daerah budidaya udang Penaeid. Pengambilan sampel dilakukan di Kab. Pinrang (Kec. Suppa), Barru (Kec. Soppengriaja), Pangkep, Maros (Kec. Maros Baru), Takalar, Bulukumba (Desa Manyampa, Kec. Ujung Loe), Situbondo (Kec. Paras Duwet, Panarukan dan Sletreng), dan Lampung (Bakauheni dan Kalianda). Sample yang dikoleksi adalah organ udang berupa insang, tutup insang, kaki renang, kaki jalan dan ekor. Disamping itu dilakukan juga pengambilan sampel benur dari panti perbenihan. Isolasi Genom dilakukan dengan metode CTAB-DTAB untuk sampel benur, sedangkan untuk genom sampel organ udang diisolasi dengan Genomic DNA Mini Kit (Geneaid). Proses deteksi dengan PCR menggunakan primer haemolysin. Enzim Taq-Polymerase dan DNTP yang digunakan masih menggunakan reagen produksi FERMENTAS, sedangkan primer, ddH2O dan kontrol positif adalah hasil penelitian sebelumnya. Pada hasil PCR dari sampel Takalar, Maros dan Lampung terlihat adanya pita DNA pada panjang basa 151bp. Walaupun demikian jika dilihat dari ketebalan pita DNA konsentrasi bakteri hanya berada pada kisaran 101 CFU/mL sehingga kondisi udang dinyatakan tetap aman. Namun pada sampel dari Situbondo tidak terlihat adanya pita DNA pada hasil elektroforesis. Pita DNA hanya jelas terlihat pada sampel dari Kab. Pinrang. Primer IAVh yang dikombinasikan dengan komponen PCR dari Thermo Scientific Dream Tag dapat digunakan untuk mendeteksi serangan Vibriosis secara dini di lapangan.

Kata kunci : deteksi dini, PCR, udang penaeid, vibriosis