Latar Belakang

Indonesia merupakan negara bahari dengan luas laut mencapai 5,8 juta km2 (70% dari luas wilayah) dengan 17.503 buah pulau dan garis pantai 81.000 km, yang sangat potensial untuk berkembang menjadi negara industri berbasis perikanan dan kelautan. Sektor perikanan dan kelautan memberikan kontribusi besar untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB), menyediakan lapangan kerja, menghasilkan produk unggulan, menopang ketahanan pangan nasional, menjaga keamanan wilayah dan teritorial Indonesia. Meskipun demikian, setiap pengembangan sektor perikanan dan kelautan harus dilandaskan pada hasil riset yang terencana dan terstruktur agar diperoleh hasil yang optimal dan berkelanjutan.

Keunggulan suatu bangsa pada era globalisasi ekonomi sekarang ini sangat ditentukan oleh kemampuan bangsa itu dalam memproduksi dan memanfaatkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh berbagai institusi riset diharapkan akan menghasilkan teknologi yang akan memberikan nilai ekonomi dan kesejahteraan yang besar. Institusi riset tersebut diharapkan mampu menyebar-luaskannya kepada publik, baik dalam skala nasional maupun internasional. Diseminasi hasil-hasil penelitian tentang sumberdaya kelautan dan perikanan serta harapan pemanfaatannya mendorong diadakannya seminar secara rutin. Oleh karena itu, Departemen Perikanan UGM kembali mengajak peneliti dari berbagai lembaga ilmu pengetahuan di seluruh Indonesia untuk berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam diskusi dan penerbitan melalui Semnaskan-UGM.

Respon, partisipasi dan perkembangan yang baik terhadap pelaksanaan seminar ditunjukkan oleh peningkatan jumlah peserta dan makalah yang dipresentasikan pada Semnaskan-UGM I – XIII. Forum ilmiah ini, memberikan ruang bagi diseminasi hasil-hasil penelitian perikanan dan kelautan yang pada akhirnya diharapkan dapat dikembangkan dan diadopsi menjadi suatu strategi pengembangan iptek dan atau paket teknologi perikanan dan kelautan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Peserta Semnaskan-UGM berasal dari berbagai lembaga, antara lain perguruan tinggi negeri maupun swasta (Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi 10 November Surabaya, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Bung Tomo Surabaya, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, Universitas Mataram Lombok, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Pattimura Ambon, Universitas Riau, dll), peneliti di lingkungan Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan (Badan Riset Perikanan Laut, Badan Riset Perikanan Tangkap, BBL Lampung, BBRPBL Gondol, BRPPU Palembang, BRPBAP Maros, BRPBAT Bogor, BRBIHAT Depok, BRPSI Jatiluhur, Loka Budidaya Laut Lombok, Pusat Karantina, dll), lembaga-lembaga penelitian (MII, Coremap LIPI, LON, BPTP, Puslit Biologi LIPI, BPPT) maupun kalangan swasta. Hal ini menunjukkan bahwa agenda seminar tahunan tersebut dapat menjadi wahana penting bagi para peneliti untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dalam bidang perikanan dan kelautan.

Semnaskan-UGM tahun ini akan menghadirkan Dr. Siti Ari Budhiyanti, S.TP., M.P. (Departemen Perikanan UGM) dan Dr. Ir. Akhmad Fairus Maisoni, M.Si. (Balai Besar Budidaya Perikanan Air Payau Jepara) sebagai pembicara kunci (keynote speaker).