Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas laut mencapai 6.315.222 km2, dengan garis pantai sepanjang 99.093 km, serta jumlah pulau sebanyak 13.466 pulau, sudah semestinya tumbuh menjadi negara industri yang kuat berbasis perikanan dan kelautan. Sektor perikanan dan kelautan terus memberikan kontribusi besar untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB), menyediakan lapangan kerja, menghasilkan produk unggulan, menopang ketahanan pangan nasional, dan menjaga keamanan wilayah dan teritorial Indonesia. Pengembangan sektor perikanan dan kelautan harus dilandaskan pada hasil riset yang terencana dan terintegrasi agar diperoleh hasil yang optimal dan berkelanjutan.

Keunggulan suatu bangsa pada era globalisasi ekonomi sekarang ini adalah untuk terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi, hasil dari pengembangan ilmu dan teknologi. Teknologi yang dihasilkan oleh berbagai institusi riset, harus diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, perbaikan kualitas, dan efisiensi sehingga memberikan nilai ekonomi dan kesejahteraan yang lebih besar. Institusi riset diharapkan mampu mengkomunikasikan, menyebar-luaskannya kepada publik, untuk mendapatkan umpan balik baik dalam skala nasional maupun internasional. Diseminasi hasil-hasil penelitian tentang sumberdaya kelautan dan perikanan serta harapan pemanfaatan dan hilirisasi mendorong diadakannya seminar secara rutin. Oleh karena itu, Departemen Perikanan UGM kembali mengajak peneliti dari berbagai lembaga ilmu pengetahuan di seluruh Indonesia untuk berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam diskusi dan penerbitan melalui Semnaskan-UGM XV.

Respon, partisipasi dan perkembangan yang baik terhadap pelaksanaan seminar ditunjukkan oleh peningkatan jumlah peserta dan makalah yang dipresentasikan sejak Semnaskan-UGM I–XIV. Forum ilmiah ini, memberikan ruang bagi diseminasi hasil-hasil penelitian perikanan dan kelautan yang pada akhirnya diharapkan dapat dikembangkan dan diadopsi menjadi suatu strategi pengembangan iptek dan atau paket teknologi perikanan dan kelautan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Peserta Semnaskan-UGM berasal dari berbagai lembaga, antara lain perguruan tinggi negeri maupun swasta (Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi 10 November Surabaya, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Bung Tomo Surabaya, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, Universitas Mataram Lombok, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Pattimura Ambon, Universitas Riau, dll), peneliti di lingkungan Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan (Badan Riset Perikanan Laut, Badan Riset Perikanan Tangkap, BBL Lampung, BBRPBL Gondol, BRPPU Palembang, BRPBAP Maros, BRPBAT Bogor, BRBIHAT Depok, BRPSI Jatiluhur, Loka Budidaya Laut Lombok, Pusat Karantina, dll), lembaga-lembaga penelitian (MII, Coremap LIPI, LON, BPTP, Puslit Biologi LIPI, BPPT) maupun kalangan swasta. Hal ini menunjukkan bahwa agenda seminar tahunan tersebut dapat menjadi wahana penting bagi para peneliti untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dalam bidang perikanan dan kelautan. Untuk menyemarakkan dan sebagai pemantik diskusi, Semnaskan-UGM XV akan menghadirkan Risyanto Suanda (Direktur Utama Perusahaan Umum Perikanan Indonesia) dan Dr. Ir. Bambang Triyatmo, M.P. (Departemen Perikanan UGM) sebagai pembicara kunci (keynote speaker).